Baiklah,
kita mulai pelan-pelan. Tarik nafas dan hempaskan perlahan. Perlahan dengan
semua emosi yang sebenarnya tidak perlu kau simpan itu. Pejamkan mata dan
lupakan semua. Tak perlu memandang orang lain dengan segala hal yang melekat
pada diri mereka. Kau tahu? Inti dari paragraf, bukan, tulisan ini adalah;
Bangga dan bersyukur.
Banggalah
atas segala pencapaianmu. Banggalah atas segala langkah yang membawamu ke titik ini. Bangga atas
semua malam-malam panjang yang kau habiskan sendirian untuk tiba di titik ini.
Semua air mata yang hanya kau pendam sendiri. Semua keluhan atas rasa lelah
yang kau hembuskan sendiri. Semua harapan yang kau pintakan pada Tuhanmu.
Kau
merasa terlalu banyak kegagalan yang kau ciptakan? Kau merasa bahwa semua
langkah yang kau jalankan selama ini salah? Kau merasa tidak berguna? Kau
merasa malu telah mengecewakan segala pihak
yang memberikan harapan besarnya kepadamu? Well, kita harus
berangkulan karena aku juga sudah pernah
merasakannya.
Kegagalan
membawa kita pada pelajaran bahwa hidup adalah tentang terus berjuang atau
tersingkirkan. Bahkan legenda pengusaha di Indonesia, Bob Sadino mengatakan
bahwa kegagalan bukan harus dihindari, justru harus dirasakan sebelum mencapai
keberhasilan. Rasa yang kita dapatkan setelah sekian lama berjuang, tentu akan
berbeda ketika kita dengan begitu saja mendapatkan jackpot apa yang kita
impikan. Jadi, nikmati kegagalanmu. Tentu, kau boleh bersedih, kau boleh marah,
kau boleh menangis seakan dunia akan berakhir hanya karena kegagalanmu. Luapkan
semua emosi itu, kemudian pergilah tidur. Atau jika kau punya uang lebih,
pergilah ke tempat favoritmu, menikmati senja, menikmati lagu yang kau suka,
apapun hingga kau lupa sejenak akan kegagalanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar