Yahya bin
Aktsam, hakim pada pemerintahan Al-Makmun sekaligus temannya pernah dibicarakan
bahwa ia adalah orang yang kecanduan khamar dan bahwa pada suatu malam, ia
mabuk, lalu ditidurkan di taman bunga yang wangi hingga ia tersadar. Mereka lantas
mendendangkan syair Yahya bin Aktsam :
“Wahai tuanku dan pemimpin umat manusia
Sungguh berlaku hukumnya bagi
orang yang meminumiku
Aku lalai dari pelayan minum
hingga membuatku
Seperti yang kau lihat, hilang
akal dan agama.”
Kondisi
Ibnu Aktsam dan Al-Makmun dalam hal itu sama dengan kondisi Ar-Rasyid. Minuman mereka
hanyalah perasan kurma yang tidak sampai membuat mabuk. Ini tidak diharamkan
menurut mereka. Adapun bermabuk-mabukan bukanlah perilaku mereka. Pertemanannya dengan Al-Makmun karena
ikatan agama.
Mennurut
riwayat yang shahih, disebutkan bahwa Ibnu Aktsam sering tidur bersama
Al-Makmun di rumahnya. Disebutkan bahwa suatu malam Al-Makmun terbangun dalam
keadaan haus. Dengan sangat hati-hati ia bangkit untuk mencari minuman karena
khawatir ia akan membangunkan Yahya bin Aktsam.
Yahya bin
Aktsam merupakan seseorang yang menjadi rujukan para ulamma’ ahli hadits. Imam Ahmad
bin Hambali dan Ismail Al-Qadhi menyanjungnya. Imam At-Tirmidzi menggunakan
riwayatnya dalam kitab Al-Jami’.
Pada suatu
ketika, Yahya bin Aktsam dituduh bernafsu terhadap anak-anak muda. Mereke berdusta
atas Nama Allah dan para ulama’ dengan mengambil kisah-kisah palsu dari para
tukang cerita, yang bisa jadi cerita tersebut adalah buatan musuh-musuhnya. Hal itu karena
kedekatannya dengan Al-Makmun yang menerbitkan dengki di hati orang-orang. Padahal
kondisi keilmuan dan keagamaannya suci
dari hal-hal seperti itu.
Ahmad
bin Hambal pernah mendengar tuduhan orang-orang terhadap Yahya bin Aktsam. Maka
Ahmad bin Hambal berkata, “Subhanallah!
Subhanallah! Siapakah yang mengucapkan ini?” Ia sangat mengingkari
tuduhan-tuduhan tersebut.
Ismail
bin Al-Qadhi memujinya, lalu ia dilapori dengan cerita-cerita tersebut. Maka ia
berkata, “ aku berlindung kepada Allah
dari sesuatu yang dituduhkan kepadanya tentang masalah anak-anak muda. sungguh,
aku telah mengetahui rahasia-rahasianya dan aku melihatnya sebagai orang yang
sangat takut kepada Allah SWT. Akan tetapi, ia orang yang suka bercanda dan
baik pergaulannya, sehingga mendapat tuduhan-tuduhan tersebut”.
Ibnu
Hibban juga telah memasukkannya ke dalam daftar orang-orang yang tsiqah (tepercaya) dan berkata, “tidak
perlu diperhatikan apa yang dikisahkan mengenaik dirinya karena kebanyakannya
adalah dusta”.
Sumber : Kitab Muqodimah karya Ibnu Khaldun
Sumber : Kitab Muqodimah karya Ibnu Khaldun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar